Dutch East Indies

Collection by Sejarawan Laut • Last updated 1 day ago

2.09k 
Pins
 • 
100 
Followers

Images from Dutch East Indies, now known as Indonesia. Focus particularly on period from 1800 to 1949.

Architecture
Riau-Lingga
Countryside
School
Artifacts
map
Trains & other Transportation
Art
VOC
Crests
men
Europeans
Vessels
Women
Royalty
Bali
Soldiers, Sailors, and Marines
Family Portrait
Ancient Temple
Surabaya
Other Pins

Architecture

Masjid Cheng Ho Purbalingga

5 Masjid Cheng Ho yang Ada di Pulau Jawa

Hampir semua masjid Cheng Ho memiliki warna khas Tiongkok, yakni merah, hijau, dan kuning. Arsitekturnya merupakan perpaduan gaya Arab, Jawa, dan Tiongkok.

Moskee te Blora, ca 1862, ,.,   Mesjid Agung Baitunnur, Jl Alun alun, Blora, 2019

Mesjid Agung, Jl Alun alun, Blora, 1862

Moskee te Blora, ca 1862, ,., Mesjid Agung Baitunnur, Jl Alun alun, Blora, 2019

Fort Vastenburg te Soerakarta, ca 1930, ,.,   Benteng Vastenberg, Solo, 2019

Benteng Vastenberg, Solo, 1930

Fort Vastenburg te Soerakarta, ca 1930, ,., Benteng Vastenberg, Solo, 2019

Bandung Tempo Dulu 59

Bandung Tempo Dulu 59

Woning van de assistent-resident te Tegal, ca 1910, ,., Kantor DPRD Kota Tegal, jl Pemuda, Tegal, 2017

Gedung DPRD Kota Tegal, 1910

Woning van de assistent-resident te Tegal, ca 1910, ,., Kantor DPRD Kota Tegal, jl Pemuda, Tegal, 2017

Oud Surabaya

Branch of the Factory of the NHM along Molenvliet in Noordwijk

*| Dutch colonial architecture ‎around the world.

Branch of the Factory of the NHM along Molenvliet in Noordwijk

De kraton te Djocjakarta, A. de Nelly, 1771 - Rijksmuseum

Chartered Bank of India, Australia and China aan Kali Besar te  Batavia, circa  1920, ,., Bangunan ex Bank, jl Kali Besar Barat, Jakarta,  2015

Chartered Bank of India, Australia and China aan Kali Besar te Batavia, circa 1920, ,., Bangunan ex Bank, jl Kali Besar Barat, Jakarta, 2015

Hoofdkantoor Mijnbouw te Weltevreden, Batavia - 1924 1932, ,.,   Gedung Arsip Nasional, jl Gajah Mada, Jakarta, 2019

Gedung Arsip Nasional, jl Gajah Mada, Jakarta, 1924

Hoofdkantoor Mijnbouw te Weltevreden, Batavia - 1924 1932, ,., Gedung Arsip Nasional, jl Gajah Mada, Jakarta, 2019

De Engelse Kerk in Batavia, 1860 1900, ,.,   Gereja Anglikan, jl Prapatan,  Jakarta, 2019

Gereja Anglikan, jl Prapatan, Jakarta, 2019

De Engelse Kerk in Batavia, 1860 1900, ,., Gereja Anglikan, jl Prapatan, Jakarta, 2019

Gemeentekantoor, Cheribon, 1934, ,.,   Kantor Wlikota Cirebon, jl Siliwangi, Cirebon, 2019

Kantor Walikota Cirebon

Gemeentekantoor, Cheribon, 1934, ,., Kantor Wlikota Cirebon, jl Siliwangi, Cirebon, 2019

Schouwburg te Batavia, ca 1936, ,.,   Gedung Kesenian Jakarta, jl Gedung Kesenian, Jakarta, 2019

Gedung Kesenian Jakarta, jl Gedung Kesenian, Jakarta, 1936

Schouwburg te Batavia, ca 1936, ,., Gedung Kesenian Jakarta, jl Gedung Kesenian, Jakarta, 2019

Residents-Woning. Medan, ca 1915, ,.,   Standard Chartered Bank di Hotel Danau Toba, Medan, 2019

Standard Chartered Bank di Hotel Danau Toba, Medan, 1915

Residents-Woning. Medan, ca 1915, ,., Standard Chartered Bank di Hotel Danau Toba, Medan, 2019

Riau-Lingga

See more

Countryside

See more

School

See more

Artifacts

See more

map

Sultanat Atscin (Aceh & Nias) map_ca. 1816/1824

Peta kuno Sultanat Atschin / Kesultanan Aceh, dari jaman Belanda

Keseluruhan Peta Bagian atas Bagian bawah Bagian belakang Peta kuno Sultanat Atschin / Kesultanan Aceh, dari jaman Belanda. Kesultanan Islam yang terletak di ujung utara pulau Sumatera, juga disebut sebagai Aceh, Atschin. Lokasinya yang strategis memberikannya kepentingan secara Politik. Pada th. 1816/1824 Belanda dan Inggris menyepakati batas bersama kekuasaan mereka dalam Malay Archipelago; Aceh dialokasikan untuk tidak dalam pengaruh satu pun dari mereka. Dalam risalah SUMATRA tahun 1871…

Trains & other Transportation

Beos

Beos or stasiun Jakarta Kota "the train station in Jakarta" Salah satu peninggalan tempo dulu yang masih ada.

Stasiun KA, Cirebon, 1913

Art

11081343_874706122587145_8604145262488076131_n

Kereta Api Jaman Hindia-Belanda Pernah Nomor Satu se-Asia!

Apa yang terlintas di pikiran Anda sewaktu mendengar kalimat judul diatas? Fakta sejarah mencatat kehebatan angkutan berbasis rel jaman Hindia-Belanda yang mencapai puncak masa emasnya di tahun…

VOC

See more

Crests

See more

men

Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute (KIT)

A Rare Historical Look At Old Indonesia - 25 Photos Taken Pre-1920 | WowShack

A rare historical look at Indonesia and its people during the Dutch colonial period… A Javanese prince with two servants (c. 1865-1870) A man from Batavia carrying his warung (c. 1870) Raden Saleh, a Javanese romantic painter who pioneered modern Indonesian art (c. 1872) The Raja of Buleleng, Bali, and his secretary (c. 1875) Two […]

Europeans

See more

Vessels

See more

Women

Arjunawayang

indonesianhistory http://indonesianhistory.tumblr.com/post/94725519123/dorwellexplorer-bali-legong-dancer

COLLECTIE TROPENMUSEUM Studioportret van een Javaanse vrouw mogelijk uit Jogjakarta TMnr 60027279 - Décolletage - Wikipedia

COLLECTIE TROPENMUSEUM Studioportret van een Javaanse vrouw mogelijk uit Jogjakarta TMnr 60027279 - Décolletage - Wikipedia

Mengenal Gusti Nurul, Putri Keraton yang Luar Biasa

:angelWELCOME TO MY THREAD:angel Alhamdulillah My First HT Gan..Kali ini ane mau membahas seorang tokoh yang ane kagumi. Mungkin banyak diantara agan yang belum tahu. Beliau adalah Gusti Nurul, seorang putri keraton Mataram yang terkenal keelokan parasnya dan keteguhan prinsipnya. Cekidot! Cerita hidup Gusti Nurul yang cantik dan cerdas ini memang cukup menarik untuk disimak. Beliau dilahirkan pad

Royalty

1865 Ketut Djelantik with The Princess Gusti Ajoe Putu on his arm. You can see the King's foot rests firmly on the girl holding the umbrella. This is to signify he is above her and in control of her. In Indonesian culture the feet are considered unclean and one should never point with the foot, step over someone or touch someone with their foot. Here the King makes a clear statement that this is my daughter, The Princess, elevated on a stool and even with The King and below us are our…

Our Family and Bali’s Royal Family of Karangasem - Blog - Balifornian Villas, Tours and Travel Blog

1865 Ketut Djelantik with The Princess Gusti Ajoe Putu on his arm. You can see the King's foot rests firmly on the girl holding the umbrella. This is to signify he is above her and in control of her. In Indonesian culture the feet are considered unclean and one should never point with the foot, step over someone or touch someone with their foot. Here the King makes a clear statement that this is my daughter, The Princess, elevated on a stool and even with The King and below us are our…

Mengenal Gusti Nurul, Putri Keraton yang Luar Biasa

:angelWELCOME TO MY THREAD:angel Alhamdulillah My First HT Gan..Kali ini ane mau membahas seorang tokoh yang ane kagumi. Mungkin banyak diantara agan yang belum tahu. Beliau adalah Gusti Nurul, seorang putri keraton Mataram yang terkenal keelokan parasnya dan keteguhan prinsipnya. Cekidot! Cerita hidup Gusti Nurul yang cantik dan cerdas ini memang cukup menarik untuk disimak. Beliau dilahirkan pad

Bali

See more

Soldiers, Sailors, and Marines

See more

Family Portrait

See more

Ancient Temple

See more

Surabaya

See more

Other Pins

Masjid Cheng Ho Purbalingga

5 Masjid Cheng Ho yang Ada di Pulau Jawa

Hampir semua masjid Cheng Ho memiliki warna khas Tiongkok, yakni merah, hijau, dan kuning. Arsitekturnya merupakan perpaduan gaya Arab, Jawa, dan Tiongkok.

Moskee te Blora, ca 1862, ,.,   Mesjid Agung Baitunnur, Jl Alun alun, Blora, 2019

Mesjid Agung, Jl Alun alun, Blora, 1862

Moskee te Blora, ca 1862, ,., Mesjid Agung Baitunnur, Jl Alun alun, Blora, 2019

Fort Vastenburg te Soerakarta, ca 1930, ,.,   Benteng Vastenberg, Solo, 2019

Benteng Vastenberg, Solo, 1930

Fort Vastenburg te Soerakarta, ca 1930, ,., Benteng Vastenberg, Solo, 2019

1865 Ketut Djelantik with The Princess Gusti Ajoe Putu on his arm. You can see the King's foot rests firmly on the girl holding the umbrella. This is to signify he is above her and in control of her. In Indonesian culture the feet are considered unclean and one should never point with the foot, step over someone or touch someone with their foot. Here the King makes a clear statement that this is my daughter, The Princess, elevated on a stool and even with The King and below us are our…

Our Family and Bali’s Royal Family of Karangasem - Blog - Balifornian Villas, Tours and Travel Blog

1865 Ketut Djelantik with The Princess Gusti Ajoe Putu on his arm. You can see the King's foot rests firmly on the girl holding the umbrella. This is to signify he is above her and in control of her. In Indonesian culture the feet are considered unclean and one should never point with the foot, step over someone or touch someone with their foot. Here the King makes a clear statement that this is my daughter, The Princess, elevated on a stool and even with The King and below us are our…

Bandung Tempo Dulu 59

Bandung Tempo Dulu 59

Woning van de assistent-resident te Tegal, ca 1910, ,., Kantor DPRD Kota Tegal, jl Pemuda, Tegal, 2017

Gedung DPRD Kota Tegal, 1910

Woning van de assistent-resident te Tegal, ca 1910, ,., Kantor DPRD Kota Tegal, jl Pemuda, Tegal, 2017

Sultanat Atscin (Aceh & Nias) map_ca. 1816/1824

Peta kuno Sultanat Atschin / Kesultanan Aceh, dari jaman Belanda

Keseluruhan Peta Bagian atas Bagian bawah Bagian belakang Peta kuno Sultanat Atschin / Kesultanan Aceh, dari jaman Belanda. Kesultanan Islam yang terletak di ujung utara pulau Sumatera, juga disebut sebagai Aceh, Atschin. Lokasinya yang strategis memberikannya kepentingan secara Politik. Pada th. 1816/1824 Belanda dan Inggris menyepakati batas bersama kekuasaan mereka dalam Malay Archipelago; Aceh dialokasikan untuk tidak dalam pengaruh satu pun dari mereka. Dalam risalah SUMATRA tahun 1871…

11081343_874706122587145_8604145262488076131_n

Kereta Api Jaman Hindia-Belanda Pernah Nomor Satu se-Asia!

Apa yang terlintas di pikiran Anda sewaktu mendengar kalimat judul diatas? Fakta sejarah mencatat kehebatan angkutan berbasis rel jaman Hindia-Belanda yang mencapai puncak masa emasnya di tahun…

Arjunawayang

indonesianhistory http://indonesianhistory.tumblr.com/post/94725519123/dorwellexplorer-bali-legong-dancer

COLLECTIE TROPENMUSEUM Studioportret van een Javaanse vrouw mogelijk uit Jogjakarta TMnr 60027279 - Décolletage - Wikipedia

COLLECTIE TROPENMUSEUM Studioportret van een Javaanse vrouw mogelijk uit Jogjakarta TMnr 60027279 - Décolletage - Wikipedia

Mengenal Gusti Nurul, Putri Keraton yang Luar Biasa

:angelWELCOME TO MY THREAD:angel Alhamdulillah My First HT Gan..Kali ini ane mau membahas seorang tokoh yang ane kagumi. Mungkin banyak diantara agan yang belum tahu. Beliau adalah Gusti Nurul, seorang putri keraton Mataram yang terkenal keelokan parasnya dan keteguhan prinsipnya. Cekidot! Cerita hidup Gusti Nurul yang cantik dan cerdas ini memang cukup menarik untuk disimak. Beliau dilahirkan pad

Mengenal Gusti Nurul, Putri Keraton yang Luar Biasa

:angelWELCOME TO MY THREAD:angel Alhamdulillah My First HT Gan..Kali ini ane mau membahas seorang tokoh yang ane kagumi. Mungkin banyak diantara agan yang belum tahu. Beliau adalah Gusti Nurul, seorang putri keraton Mataram yang terkenal keelokan parasnya dan keteguhan prinsipnya. Cekidot! Cerita hidup Gusti Nurul yang cantik dan cerdas ini memang cukup menarik untuk disimak. Beliau dilahirkan pad

Oud Surabaya

Branch of the Factory of the NHM along Molenvliet in Noordwijk

*| Dutch colonial architecture ‎around the world.

Branch of the Factory of the NHM along Molenvliet in Noordwijk

This book from 1894 written by PA van der Lith, professor at the university of Leiden, was meant to educate Dutch people about the Dutch East Indies This is part two which contains 32 plates of which 8 in color

This book from 1894 written by PA van der Lith, professor at the university of Leiden, was meant to educate Dutch people about the Dutch East Indies This is part two which contains 32 plates of which 8 in color

Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute (KIT)

A Rare Historical Look At Old Indonesia - 25 Photos Taken Pre-1920 | WowShack

A rare historical look at Indonesia and its people during the Dutch colonial period… A Javanese prince with two servants (c. 1865-1870) A man from Batavia carrying his warung (c. 1870) Raden Saleh, a Javanese romantic painter who pioneered modern Indonesian art (c. 1872) The Raja of Buleleng, Bali, and his secretary (c. 1875) Two […]